Edhy Prabowo Bantah Berbincang Dengan Eksportir Saat Kunjungan Online KPK

Edhy Prabowo Bantah Berbincang Dengan Eksportir Saat Kunjungan Online KPK

http://tp-linkces2017.com/

“Setelah itu, kebetulan aku berada di sebelah kakak Andreau. Dia mengenalkanku dengan keluarganya. Aku ‘halo’, saat aku mengerutkan kening. Aku tidak mengatakan apa-apa, aku tidak tahu siapa yang ada di sana, aku baru saja melahirkan ibu Andreau,” katanya. dia. Edhy mengatakan kunjungan online ke Rutan KPK sangat ketat. Dia menekankan bahwa dengan aturan ketat untuk kunjungan tersebut, tidak ada cara untuk menyalahgunakannya. Menurut Edhy, Rutan KPK harus mencatatnya sebelum berkunjung secara online. “Wong untuk zooming sudah diatur. Pertama, saya sudah menyusun daftar. Jadi tidak sembarangan. Kalau namanya salah dengan daftar, kami tidak akan memasukkan istri saya,” kata Edhy. Edhy membubarkan diri saat melakukan kunjungan online untuk berbicara dengan beberapa eksportir lobster atau braai. “Jadi, tersiar kabar bahwa zoom dengan artis braai itu salah ya. Saya belum pernah zoom in dengan orang lain selain istri saya. Kemarin, data di foto itu adalah foto keluarga Andreau yang sedang zoom in. Is dan saya sapa. “Dadah dan santai saja tersenyum,” ucapnya kepada https://www.sukabuminewsupdate.com/

Penyalahgunaan kunjungan online

Sebelumnya diberitakan, Edhy Prabowo diduga melakukan pelecehan online atau kunjungan online pada 1 Februari 2021 yang difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyalahgunaan kunjungan online juga dilakukan oleh staf khusus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta. Edhy dan Andreau menjadi tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster dan ditahan di Rutan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan dua dugaan pelanggaran itu disebabkan oleh komunikasi dengan pihak lain yang tidak ada dalam daftar kunjungan. Edhy mengatakan kunjungan online ke Rutan KPK sangat ketat. Dia menekankan bahwa di bawah aturan ketat untuk kunjungan semacam itu tidak ada cara untuk menyalahgunakannya. Menurut Edhy, Rutan KPK harus mencatatnya sebelum berkunjung secara online.

“Pendekatannya telah diatur.” Pertama saya menyusun daftar. Jadi tidak sembarangan. Kalau namanya salah di daftar, kami tidak akan memasukkan istri saya, ”kata Edhy. Dalam kunjungan online tersebut, Edhy putus dan berbicara dengan eksportir lobster atau braai. “Jadi, kata itu memberi kata bahwa pendekatan yang dilakukan artis braai itu buruk, um. Saya tidak pernah tumbuh dengan siapa pun kecuali istri saya. Kemarin, data di foto itu adalah foto keluarga Andrea. Isa dan aku saling menyapa. “Dadah dan ayo santai, ayo senyum,” ucapnya. “Mereka yang hadir dalam kunjungan online itu tidak terdaftar dan tidak terdaftar sebagai keluarga tersangka,” kata Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021). Ali mengatakan Rutan KPK akan mengintensifkan kunjungan online setelah kejadian tersebut. “Atas kejadian ini Rutan KPK tentunya akan lebih selektif dan aktif memantau pelaksanaan online visit terhadap narapidana di Rutan KPK,” kata Ali.